Team Secret Menjuarai Shanghai Major

Team yang satu ini memang bisa dibilang team Dota2 terbaik saat ini, dan itu terbukti dari keberhasilan Puppey, EternalEnvy, PieLieDie, w33, dan MiSeRy menjuarai Shanghai Major. Perjalanan Team Secret di Shanghai Major bisa dibilang sangat meyakinkan. Team Secret hanya pernah kalah satu kali saja yaitu dari MVP Phoenix di fase grup, itupun bisa dibilang kekalahan karena belum tahu kekuatan lawan karena MVP Phoenix yang sekarang terbilang baru diajang Dota2. Setelah itu mereka terus mendominasi main Event sampai akhirnya dua kali mengalahkan Team Liquid di Final Upper Bracket, dan kembali mengalahkan Team Liquid di Grand Final dan keduanya dengan skor yang amat meyakinkan.

Pantas Menang

Jika gamers ada yang menonton langsung pertandingan Shanghai Major pastilah tahu betapa menakutkannya Team Secret, setelah mengalahkan Evil Geniuses 2 – 1, lalu mengalahkan Team Liquid 2 – 0, dan kembali mengalahkan Team Liquid 3 – 1 di grand final. Performance terbaik mereka memang ada di 3 game tersebut, walaupun saat melawan Evil Geniuses sempat kesulitan tapi nyatanya mereka mampu meredam Evil Geniuses yang juga menunjukan penampilan terbaiknya. Saat menghadapi Team Liquid di Grand Final terlihat bahwa Team Secret sama sekali tidak kesulitan menghadapinya, KuroKy sang kapten Team Liquid terlihat tidak tenang dan dari pemilihan draft sendiri Team Liquid sangat tidak efektif sehingga membuahkan kekalahan untuk Team Liquid.

Rekor Individu

Puppey sang kapten sendiri memiliki rekor baru yaitu menjadi satu-satunya player yang mampu menjuarai dua kompetisi official valve dengan tim yang berbeda. Yang pertama adalah The International bersama Na’Vi dan sekarang menjuarai The Major bersama Team Secret. Selain itu ada yang menarik dari statistik Puppey yaitu Team Secret mencatatkan kemenangan tanpa kalah saat Puppey menggunakan hero Jungle, rekornya adalah 10 – 0 saat Puppey menggunakan Hero jungle, dan dibuktikan juga saat melawan Team Liquid.

Penurunan Kualitas Acara

Shanghai Major walaupun menarik, tetapi banyak penurunan dari penyelenggaranya. Mulai dari kasus dipecatnya team produksi karena kasus delay jadwal, sampai yang terakhir adalah ruangan latihan diacak-acak dan berakibat beberapa gear peserta hilang. Valve sudah seharusnya bertindak karena ketidak professionalan panitia. Walaupun begitu opening dari Grand Final sangat epik karena menampilkan orchestra dari Theme Song Dota2 yang megah. Mudah-mudahan di Manila Major nanti kejadian di Shanghai Major tidak terulang kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × two =