Mengenal Heroes of The Storm

Hello Junkers, seperti yang kalian tahu divisi E-sports di Treasured Junk lebih banyak membahas tentang Dota 2, tetapi kami memutuskan untuk menambah satu pembahasan lagi yaitu Heroes of The Storm. Heroes of The Storm adalah sebuah game Multiplayer  Online Battle Arena yang di develop oleh Blizzard. Pada pembuatannya dulu sempat berubah-ubah nama yang awalnya adalah Blizzard Dota, lalu Blizzard All-Star dan akhinrya menjadi Heroes of The Storm. Mungkin ini adalah jawaban dari Blizzard untuk bersaing dengan Dota 2 yang awalnya memang merupakan mod dari Warcraft. Hanya saja tidak seperti Valve yang merekrut IceFrog sang game designer dari DotA sehingga Dota 2 yang sekarang sama dengan DotA yang dulu merupakan mod dari Warcraft, Blizzard memutuskan untuk mendevelop sendiri Heroes of The Storm. Lalu apakah gameplay dari Heroes of The Storm (HoTS) sama dengan Dota 2? Well, mungkin dari sisi genre mirip, tetapi keduanya amat berbeda.

Tidak Sesadis Dota 2

Maksud saya dari tidak sesadis Dota 2 bukan berarti Dota 2 adalah game yang gore dengan banyak darah dimana-mana, tetapi yang saya maksud adalah suatu kesalahan yang dilakukan oleh pemain tidak akan langsung memberikan keuntungan bagi tim musuh seperti di Dota 2. Contoh saja dari Laning Phase, di Dota 2 seorang player harus dapat memainkan rolenya misalnya sebagai carry berarti dia harus dapat mendapatkan gold, dan xp dari creep dengan cara farming. Di Dota 2 bahkan tidak hanya harus mendapatkan last hit, tetapi juga harus mampu deny creep agar musuh tidak mendapatkan keuntungan dari matinya creep kita. Tetapi di HoTS semua itu berubah, player tidak lagi harus mendapatkan gold dari creep karena yang didapat dari membunuh creep hanyalah XP yang mana XPnya yang didapat satu hero akan didapatkan juga oleh hero yang ada didalam tim. Tidak seperti di Dota 2 dimana akan ada satu hero yang over farmed jika dimainkan dengan benar, di HoTS satu tim akan mendapatkan level yang sama.

Map Yang Berbeda Dan Objective Yang Berbeda

Saya pribadi menganggap Dota 2 seperti sepak bola atau Basket yang lapangannya tidak berubah-ubah sehingga cocok menjadi E-sports. League of Legend besutan Riot games yang juga merupakan pesaing dari Dota 2 memiliki map yang sama dengan Dota 2 walaupun juga memiliki map berbeda lainnya, tetapi di banyak pertandingan LoL tetap saja map yang sama dengan Dota yang digunakan. Lalu bagaimana dengan HoTS? well, mungkin ada map yang mirip dengan Dota dengan 3 lane di top, mid, dan bot, tetapi masing-masing map memiliki objective masing-masing. Misalnya di map Dragon Shrine tiap tim harus menguasai sebuah point agar dapat men summon Dragon Knight untuk membantu mereka dalam mengalahkan lawan mereka. Neutral Unit di HoTS juga berguna untuk mengalahkan lawan, tidak seperti di Dota 2 dan LoL yang menghabisi Neutran Unit untuk mendapatkan XP, dan Gold. Di HoTS Neutral Unit akan membantu menghancurkan bangunan musuh apabila kita mengalahkan mereka dan mengamankan camp mereka di hutan.

Team Fight Tanpa Henti

Efek dari tidak adanya Laning Phase, dan XP berlaku ke seluruh hero adalah seringnya Team Fight saat game berlangsung. Dan memang itu Team Fight merupakan daya tarik dari Heroes of The Storm, apalagi dengan tidak adanya item yang dapat dibeli sehingga seluruh kemampuan dari hero hanya bergantung dari ability, dan Traits saja yang dapat didapatkan seiring dengan naik levelnya suatu hero. Hanya saja dengan sempitnya map yang digunakan, satu game dalam Heroes of The Storm lebih cepat dibandingkan dengan Dota 2.

Microtransaction

Ini mungkin salah satu hal yang saya tidak suka di League of Legend yang sayangnya muncul juga di Heroes of The Storm. di HoTS anda harus membeli hero untuk dapat memainkannya, entah dengan in game gold yang dapat didapat dengan cara memenangkan pertandingan, atau dengan real life money. Jika anda tidak sabaran silahkan beli dengan real life money, tetapi menurut saya sendiri membeli dengan in game gold akan menambah skill anda karena anda harus menang untuk mendapatkan gold tersebut. Jangan kaget jika di HoTS anda tidak dapat memilih hero untuk counter musuh kecuali di ranked match.

Kesimpulan

Heros of The Storm amat berbeda dengan MOBA yang saat ini ada seperti Dota 2 ataupun League of Legends, mekanisme game yang tidak sadis membuat game ini cocok untuk gamer casual yang ingin merasakan serunya team fight tanpa harus di caci maki saat farming. Tertarik? Download Game ini gratis di Battle.net

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × one =