Cities: Skyline, City Simulation Yang Ditunggu-Tunggu

Apakah kamu penggemar hardcore Sim City? Jika iya, maka mungkin kamu dibuat kecewa dengan game Sim City terakhir yang rilis tahun 2013. Kekecewaan gamer cukup wajar sebenarnya, saya sendiri merupakan penggemar game bertipe city building simulator seperti Sim City. Selain Sim City, adalagi game Cities XL yang bisa dibilang termasuk salah satu game city building terbaik. Hanya saja seperti halnya Sim City, seri Cities berikutnya hanya pengulangan dan tidak ada perubahan berarti yang bagus. Kalau kamu termasuk dari orang-orang yang kecewa itu, maka game yang satu ini mungkin bisa menjadi obat yang amat mujarab untuk itu.

Cities: Skyline, itulah nama obat pelipur lara untuk kamu yang kecewa. Apakah ini adalah seri lanjutan dari Cities XXL? Jawabannya adalah tidak. Cities: Skyline merupakan seri yang sama sekali berbeda dengan serial Cities besutan Focus Home Interactive. Cities: Skyline didevelop oleh Colossal Order, dengan Publisher Paradox Interactive. Bagi yang suka dengan Cities in Motion tentu tidak asing dengan Paradox Interactive.

2015-04-08_00011

Pertama-tama mungkin sebuah pertanyaan akan muncul dibenakmu. “Apa sih keunggulan Cities: Skyline dibanding game sejenis?” Jawaban dari pertanyaan ini sangat banyak, tetapi saya akan mencoba menjawab dari sisi saya pribadi sebagai seorang gamer. Simpel tetapi bisa dibuat rumit, inilah yang saya suka dari Cities: Skyline. Karena saat kamu baru saja memulai game dan mengikuti tutorial kamu akan merasakan ternyata amat mudah cara memainkan game ini. Tetapi saat kotamu sudah mencapai tahap menengah barulah segala permasalahan yang biasa ada di Kota-kota muncul. Mulai dari listrik, perumahan,tenaga kerja, dan lain-lain.

2015-04-08_00010

Dalam game ini, perencanaan kota betul-betul harus dipikirkan dari awal game. Bahkan saya membuat 1 kota untuk percobaan dulu agar terbiasa dengan gameplay. Dan memang benar bagaimana akses mobil-mobil masuk ke kota kita betul-betul harus dipikirkan. Saat saya baru memulai game saya membuat akses masuk ke dalam kota dengan jalan dua jalur saja karena saya ingin menghemat uang kota, tetapi ternyata di pertengahan game itu membuat kemacetan yang amat panjang sehingga pelayanan publik menjadi terhambat. Maka dari itu gamer harus memikirkan dimana menempatkan zona industri, perumahan, dan komersial.

2015-03-13_00001

 

Kalau di Jakarta kita mengatakan transportasi publik jadi solusi, nyatanya di game ini tidak sesimpel itu. Tetap saja anda harus pikirkan bagaimana agar semuanya bisa terintegrasi. Terlalu banyak trayek bus juga bisa menyebabkan kemacetan. Pembuatan sistem transportasi publik ini mengingatkan kita akan game Cities in Motion yang memang juga game besutan dari Paradox Interactive. Bahkan salah satu achievement di game ini adalah Cities in Motion, dan Cities in Motion 2.

2015-03-13_00002

Yang kurang dari Sim City (2013) adalah kita tidak bisa ekspansi lahan kita, ini yang ada di Cities: Skyline. Seberapa pentingkah ekspansi lahan? bagi saya amat sangat penting, karena di Sim City (2013) saya benar-benar merasakan game saya mentok saat seluruh lahan sudah terisi penuh. Sedangkan di Cities: Skyline kita bisa membeli lahan dengan harga yang cukup murah, asalkan jumlah populasi penduduk kita sudah memadai. Selain bisa ekspansi, kita juga bisa menerapkan sistem distrik disini. Tiap distrik akan bisa memiliki policy yang berbeda-beda. misalnya di Distrik A, saya membuat peraturan penghematan listrik, dan juga bisa dihuni oleh industri perminyakan. Penempatan kebijakan di tiap distrik juga akan membantu mengatasi masalah-masalah, saya membuat distrik perumahan dilarang dilewati kendaraan berat sehingga tidak membuat kemacetan panjang di perumahan. Saya juga membuat larangan merokok sehingga membuat potensi kebakaran lebih rendah.

2015-04-08_00002

Kekurangan dari game ini adalah saat kita menguasainya akan terasa amat mudah, tetapi itu bisa diakali dengan menggunakan Mod. Mod Hard Mode akan membuat game menjadi lebih sulit. Selain itu disini saya tidak menemukan adanya bencana alam atau faktor-faktor alam lainnya. Sebenarnya ini menjadi lebih realistis jika dibandingkan dengan Sim City yang kadang kota kita bisa diinvasi oleh alien atau Godzilla. Dengan adanya Mod yang bisa dibuat oleh para gamer, saya yakin nantinya Cities: Skyline akan menjadi lebih menarik.

Cities: Skyline adalah game city simulation yang sudah saya nanti-nantikan, saya berharap paradox interactive akan rajin memberikan update untuk menambahkan fitur-fitur yang lebih menarik lagi. Tentunya jangan sampai game ini dirusak dengan DLC-DLC tidak penting seperti yang ada di Sim City (2013).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six − 5 =