ASUS Zenfone 2, Sebuah Smartphone Ambisius Dari ASUS

Beberapa waktu yang lalu kami berkesempatan untuk hadir dalam salah satu event launching yang pastinya ditunggu-tunggu oleh para pecinta Smartphone di Indonesia. Event launching Zenfone 2 memang membuat banyak mata tertuju, apalagi pengguna Zenfone amat banyak di Indonesia. Selain harganya yang murah, speknya juga tidak seperti Smartphone low end lainnya. Dan bisa dibilang di kelas low-end, ASUS bersaing dengan Xiaomi melalui Zenfone. Zenfone 2 menjadi satu-satunya perwakilan ASUS di kelas high-end. Mungkin belum masuk ke kelas premium, tetapi untuk spesifikasi Zenfone 2 sudah masuk ke arena high-end, karenanya smartphone yang satu ini amat ditunggu oleh para pecinta smartphone khususnya Zenfone. Kami berkesempatan untuk menjadi salah satu pemilik pertama dari smartphone ini di Indonesia. Berikut adalah review kami untuk ASUS Zenfone 2.

Tampilan & Desain

Tampilan dari ASUS Zenfone 2 menurut kami seperti penggabungan beberapa smartphone. Dari depan terlihat mirip dengan HTC One M8, dan dari belakang tampak seperti LG G3. Apalagi jika melihat dari volume button yang seperti halnya G3 ada dibagian belakang sehingga amat mudah dijangkau. Sayangnya Lock button ada dibagian atas dari Zenfone 2, dan memang jadi sulit untuk dijangkau bagi yang bertangan kecil. Material yang digunakan oleh ASUS untuk Zenfone 2 tidak terlalu berbeda dengan Zenfone lainya, karena menggunakan plastik. Memang plastiknya tidak terasa murahan ditangan, tetapi kualitasnya masih dibawah smartphone premium dengan material plastik. Kami mendapati ada baret di bagian belakang Zenfone 2 kami dalam waktu yang belum terlalu lama. Masih ada navigation button di bawah layar bagian depan, yang membuat Zenfone menjadi panjang kebawah. Navigation button sebenarnya masih punya fungsi yang bagus, walaupun beberapa pabrikan sekarang ini mulai menghilangkannya dan menggantinya menjadi Navigation bar yang ada di dalam layar.

Layar

Zenfone 2 memiliki layar 5.5 Inch yang menjadikannya dapat bersaing dengan smartphone premium. Tampaknya memang layar 5.5 Inch menjadi sebuah standart sekarang ini. IPS capacitive touchscreen yang dibenamkan dengan resolusi 1920 x 1080 dengan pixel density 403 ppi sudah cukup untuk membuat Zenfone 2 enak dilihat. Walaupun layarnya memang belum memiliki resolusi QHD, tetapi dengan harga yang ditawarkan rasanya layar yang dibenamkan saat ini sudah cukup mumpuni. Rasio layar ke body adalah 70% menjadikanya memiliki bezel yang cukup tipis, sehingga membuat tampilannya semakin menarik. Layar Zenfone 2 tentunya diperkuat dengan Corning Gorilla Glass 3 yang membuatnya kuat terhadap goresan-goresan.

Spesifikasi

Salah satu hal yang diunggulkan dari Zenfone 2 adalah spesifikasinya yang diklaim sebagai monster. Versi yang kami gunakan saat review ini adalah ZE551ML dengan chipset Intel Atom Z3580 64 Bit, dan processor quad core dengan clockspeed 2,3 Ghz. Processor quad core tersebut ditemani dengan RAM sebesar 4GB, sebuah spek yang terlihat seperti monster. RAM 4GB tersebut sayangnya tidak ditemani dengan efisiensi yang bagus dari ZenUI. Kalau pada Cyanogenmod RAM terpakai mungkin hanya sekitar 500 – 800 MB, pada ZenUI RAM yang terpakai bisa mencapai 2GB. Beberapa update yang diberikan oleh ASUS masih belum memecahkan masalah penggunaan RAM ini, walaupun memang dengan RAM 4GB hal tersebut bukanlah masalah serius. ZenUI dari ASUS walaupun sudah menggunakan Lollipop, tetapi masih Lollipop 5.0, padahal sudah ada versi yang lebih stabil yaitu 5.02. Memang ASUS seperti pabrikan-pabrikan lainnya dikenal lambat dalam memberikan versi Android terbaru pada smartphonenya. Untuk storage sama sekali tidak ada masalah, 32 GB storage yang diberikan oleh ASUS sudah lebih dari cukup. Dan untuk anda yang merasa kurang, tidak perlu khawatir karena anda bisa menambahkan storage dengan micro SD card dengan kapasitas maksimal sebesar 64 GB

Performa

Harus kami akui, selain dari RAM yang kurang efisien kami hampir tidak menemukan hal lain yang tidak kami sukai dari sisi hardware, dan software. Walau memang dalam benchmark test menggunakan antutu hasilnya masih dibawah OnePlus One, tetapi dalam penggunaan sehari-hari sama sekali tidak ada masalah dalam Zenfone 2. Untuk bermain game memang ada beberapa game yang belum support seperti Modern Combat 4, tetapi saat kami coba untuk multitasking dengan memainkan beberapa game secara bersamaan Zenfone 2 mampu menjalankannya dengan baik tanpa ada lag.

Baterai

Walaupun efisiensi RAM masih kurang meneurut kami, tetapi baterai sebesar 3000 mAh yang dibenamkan di Zenfone 2 membuat efisiensi RAM menjadi tidak berarti. Baterai ini sangat awet, bahkan pada saat kami coba bisa bertahan lebih dari 12 Jam dengan screen on time kurang lebih 4 jam. Saat awal kami menerima Zenfone 2  ada beberapa masalah saat melakukan charge pertama. Baterai menjadi sangat panas saat di charge pertama kali, dan baterai sangat boros saat idle, tetapi tidak lama ASUS memberikan OTA update untuk ZenUI yang tampaknya membereskan masalah tersebut dan sampai sekarang tidak ada maslah dalam baterainya.

Kamera

Kamera Zenfone 2 merupakan salah satu yang terbaik yang pernah kami coba. Kamera belakang sebesar 13MP, dan kamera depan sebesar 5MP terasa lebih baik dibanding OnePlus One dalam menghandle Low light. Pixel Master juga salah satu aplikasi kamera terbaik yang pernah kami coba. Mode – mode yang dibenamkan di Pixel Master sangat berguna untuk yang hobi fotografi. Ada mode manual yang memungkinkan kita untuk mengatur shutter speed, apperture, dan ISO layaknya kamera DSLR. Anda dapat melihat hasil jepretan dari Zenfone 2 di video youtube kami. Kamera Zenfone 2 dapat merekam video dengan resolusi sampai 1080p dengan 30fps. Kami sudah mencoba untuk merekam video, dan memang dapat disandingkan dengan kamera LG G3 yang sampai sekarang masih kami gunakan untuk merekam video.

Kesimpulan

Dengan harga mulai dari Rp 2.600.000 sampai Rp 4.500.000 jelas bahwa ASUS Zenfone 2 adalah salah satu pesaing yang kuat untuk OnePlus One. Spek yang gahar membuat Zenfone 2 setingkat diatas OnePlus One. Untuk masuk ke kelas premium memang Zenfone 2 masih kalah dalam penggunaan material plastik yang kuat, walaupun memang materialnya tidak terasa murahan. Satu-satunya komplain kami mungkin adalah Lock Button yang sulit dijangkau untuk tangan kecil, walaupun memang ada solusinya yaitu double tap to wake yang memungkinkan untuk unlcok screen tanpa lock button. Kamera, dan video sudah lebih dari cukup untuk menggantikan kamera digital kelas consumer, apalagi Pixel Master memiliki mode manual yang membuatnya melebihi fungsi kamera digital kelas consumer. Secara keseluruhan kami menyukai Zenfone 2, dan saat ini merupakan salah satu smartphone yang masih awet ada dikantong celana.Dari Zenfone 2 ini kami dapat melihat bahwa ASUS memang berambisi untuk merebut posisi Samsung sebagai market leader di pasar smartphone. Good Job untuk ASUS, dan semoga akan ada inovasi terbaru di Zenfone yang berikutnya.

 

 

 

 

Beberapa waktu yang lalu kami berkesempatan untuk hadir dalam salah satu event launching yang pastinya ditunggu-tunggu oleh para pecinta Smartphone di Indonesia. Event launching Zenfone 2 memang membuat banyak mata tertuju, apalagi pengguna Zenfone amat banyak di Indonesia. Selain harganya yang murah, speknya juga tidak seperti Smartphone low end lainnya.…

ASUS Zenfone 2

Desain - 80%
Spesifikasi - 90%
Baterai - 90%
Harga - 90%

88%

Great!!

Dengan harga yang terjangkau serta spek yang gahar, menjadikan Zenfone 2 sebuah penantang terbaru di kelas high end.

User Rating: 3.75 ( 1 votes)
88

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + nineteen =